Usai Kebakaran, Pemkab Garut Siapkan Revitalisasi Pasar Andir dan Bantuan Stimulan Modal Bagi Pedagang

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, telah melakukan rapat koordinasi untuk merencanakan merevitalisasi Pasar Andir, di Kecamatan Bayongbong usai terjadi kebakaran yang mengakibatkan 382 kios terdampak.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut, Ridwan Effendi, mengatakan rakor tersebut sebagai langkah cepat agar para pedagang secepatnya bisa kembali berdagang dengan aman, nyaman, dan perekonomian dapat kembali.
Menurutnya, kebakaran Pasar Andir menghanguskan 382 dari total 731 kios, loss, maupun PKL, termasuk barang dagangan yang berada di dalamnya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah segera melakukan penanganan pascakebakaran dengan mendata tingkat kerusakan bangunan serta menghitung kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.
“Untuk melakukan penanggulangan jelas kita sekarang sudah memitigasi, kita sudah mulai menyiapkan langkah-langkah penanggulangan darurat,” ujarnya.
Ridwan menyebutkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama perwakilan pedagang, salah satu aspirasi yang disampaikan yakni keinginan untuk tetap berjualan di pasar tersebut setelah dilakukan perbaikan terlebih dahulu.
Lanjut dia, kebakaran pasar tersebut menjadi kejadian kedua sepanjang tahun ini di lokasi berbeda, sehingga Pemkab Garut akan membenahi penataan pedagang dan jaringan listrik.
Menurut Ridwan, revitalisasi pasar membutuhkan perencanaan jangka panjang, dimulai dari kajian kondisi dan luas pasar hingga pengajuan anggaran pembangunan.
Sambung dia, kebutuhan anggaran besar akan diusulkan ke pemerintah pusat, dan saat ini telah dilaporkan kepada Kementerian Perdagangan.
“Ya, tergantung besaran, kalau besarannya memang cukup besar, tentu ini bisa di pusat, kita sifatnya menerima manfaat,” sambungnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, sebelumnya menyebut Pemkab Garut berencana memberikan bantuan modal stimulan bagi pedagang korban kebakaran Pasar Andir agar bisa kembali berjualan.
“Saya juga lagi coba menghitung sama teman-teman (instansi) dan cari dasar regulasinya, bisa enggak dikasih stimulan untuk permodalan,” katanya.
Menurut Putri, bantuan modal stimulan sesuai regulasi pemerintah diharapkan dapat meringankan beban pedagang korban kebakaran agar kembali bersemangat berjualan.