Video Mahfud MD soal Bantuan 10 M Viral, Benarkah?

JAKARTA – Video yang mencatut nama mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, kembali menjadi perhatian terkait klaim pembagian bantuan uang kepada masyarakat. Informasi yang menyebut bantuan “10 M” perlu diperiksa dengan cermat agar masyarakat tidak terjebak informasi palsu maupun penipuan berkedok bantuan pemerintah.
Hingga penelusuran ini dilakukan, belum ditemukan konfirmasi tepercaya yang memastikan adanya program bantuan senilai Rp 10 miliar atau program bantuan dengan sebutan “10 M” seperti yang dimaksud dalam klaim video tersebut.
Masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai video yang beredar di media sosial, terutama apabila unggahan tersebut meminta nomor WhatsApp, data pribadi, atau mengarahkan pengguna ke tautan pendaftaran yang tidak jelas sumbernya.
Video Bantuan Mahfud MD Pernah Dinyatakan Hoaks
Kasus pencatutan nama Mahfud MD dalam informasi bantuan bukan pertama kali terjadi. Pada Juli 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memuat klarifikasi mengenai video yang mengklaim Mahfud MD mengumumkan bantuan sosial untuk membuka usaha.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa video tersebut merupakan manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Rekaman aslinya berasal dari kegiatan Mahfud ketika menjabat sebagai Menko Polhukam pada Juni 2023, saat ia membahas persoalan pembayaran piutang pemerintah kepada pengusaha jalan tol.
Video lama tersebut kemudian diberi narasi baru seolah-olah Mahfud sedang mengumumkan program bantuan usaha. Dengan demikian, konteks rekaman yang asli berbeda dari klaim yang disebarkan.
Informasi serupa juga pernah beredar dengan narasi pembagian uang sitaan korupsi, bantuan modal usaha, hingga bantuan keuangan yang pendaftarannya diklaim dapat dilakukan melalui WhatsApp.
Waspada Modus Bantuan yang Meminta Nomor WhatsApp
Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah unggahan yang menjanjikan uang dalam jumlah besar dengan persyaratan yang tidak jelas. Pengguna media sosial terkadang diminta menuliskan nomor WhatsApp di kolom komentar atau membuka tautan tertentu untuk mendaftar.
Jalahoaks Jakarta pada 9 Oktober 2026 turut mengklarifikasi konten yang menggunakan suara Mahfud MD untuk menjanjikan bantuan keuangan melalui WhatsApp. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara dalam video tersebut terindikasi merupakan hasil rekayasa AI. Tautan yang disertakan juga mengarah pada permintaan nomor WhatsApp dan data pribadi.
Pola seperti ini patut dicurigai karena dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi pribadi, mengarahkan korban ke situs berbahaya, atau menjalankan penipuan digital.
Cara Memeriksa Kebenaran Video Bantuan 10 M
Sebelum membagikan video atau mendaftar program bantuan, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Periksa akun pengunggah. Pastikan informasi berasal dari akun resmi lembaga pemerintah atau akun resmi tokoh yang bersangkutan.
- Cari pengumuman resmi. Periksa situs pemerintah dan pemberitaan media kredibel untuk mengetahui apakah program bantuan tersebut benar-benar diumumkan.
- Perhatikan tautan pendaftaran. Jangan sembarangan membuka tautan yang dibagikan akun tidak dikenal.
- Jangan membagikan data sensitif. Hindari memberikan nomor identitas, informasi rekening, kode OTP, PIN, atau kata sandi kepada pihak yang tidak jelas.
- Periksa konteks video. Rekaman lama dapat disunting atau diberi suara buatan AI sehingga seolah-olah menyampaikan pengumuman baru.
Jika suatu program bantuan benar-benar tersedia, persyaratan dan prosedur pendaftarannya seharusnya dapat diperiksa melalui kanal resmi penyelenggara.
Kesimpulan: Jangan Langsung Percaya Klaim Bantuan 10 M
Klaim video Mahfud MD mengenai “bantuan 10 M” belum dapat dipastikan kebenarannya berdasarkan sumber tepercaya yang ditemukan dalam penelusuran ini. Meski sejumlah video bantuan yang mencatut nama Mahfud MD sebelumnya telah dinyatakan sebagai hasil manipulasi, status klaim spesifik ini tetap perlu diperiksa berdasarkan video dan sumber aslinya.
Masyarakat sebaiknya tidak membagikan data pribadi atau mengikuti instruksi pendaftaran sebelum memperoleh konfirmasi resmi. Jika menemukan video serupa, periksa klarifikasi dari Komdigi, Jalahoaks, atau media pemeriksa fakta sebelum menyebarkannya lebih lanjut.




Ruang diskusi
Masuk dengan GoogleMemuat ruang diskusi…